fbpx

Apa Itu Hadits Arbain Nawawi Dan Apa Saja Keutamannya?

Apa Itu Hadits Arbain Nawawi?

kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah adalah kitab yang sangat terkenal di negeri ini. Tidak hanya di negeri ini, buku ini juga telah dikenal di seantero dunia Islam selama berabad-abad. Pesantren, dayah, madrasah, masjid, mushola, pengajian rumah, dan berbagai lembaga pendidikan Islam telah menjadikannya sebagai buku wajib untuk dipelajari. 

Ribuan umat Islam menghafalnya dan menjadikannya sebagai bahan ujian untuk berbagai keperluan. Orang-orang di negara kita terkadang menyebutnya sebentar dengan julukan Hadits Arbain Nawawi. Penerbit Dar Al-Minhaj di Jedah menulis judul dengan terjemahan Al-Arba’in sehingga menjadi Al-Arba’un An-Nawawiyyah (الأربعون النووية). 

Mungkin pelafalan ini lebih tepat, karena judul buku apapun sebenarnya mengemban posisinya sebagai khobar mubtada ‘mahdzuf yaitu isim isyaroh. Itulah mengapa Sibawaih dalam Al-Kitab – karya pertama tentang ilmu nahwu yang menjadi pionir untuk semua kitab nahwu berikutnya – ketika penulisan judul bab selalu memuat isyaroh isim. 

Dia menulis misalnya, hadza bab Al-fa’il, hadza bab al-jarr, hadza bab al-ma’rifah dan sebagainya. Adapun bagi masyarakat, buku ini lebih populer dengan membaca Al- Arba’in (الأربعين). Pengucapan ini mungkin mengambil posisi Al-Arba’in sebagai mudhof ilaih dari mudhof mahdzuf yang dibuang yang merupakan lafaz kitabu .

Sifat An-Nawawiyyah yang melekat pada kata Al-Arba’in diambil dari laqob pengarangnya, An-Nawawi. Jadi arti harafiah dari gelar Al-Arba’in An-Nawawiyyah adalah 40 (hadits) yang dikaitkan dengan An-Nawawi (karena disusun olehnya). Nama asli buku yang telah diberikan oleh penulisnya adalah Al-Arba’un Fi Mabani Al-Islam wa Qowa’idi Al-Ahkam.

Siapa Penulis Hadits Arbain Nawawi?

Penulisnya adalah Imam An-Nawawi. Seorang ulama besar aliran Asy-Syafi’i yang popularitasnya cukup membuat kita tidak perlu bersusah payah memperkenalkannya (ada sejumlah catatan khusus saya tentang Hadits Arbain Nawawi. Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah dihitung sebagai kitab hadits karena hanya memuat hadis Nabi

Buku ini tipis dan kecil, tapi isinya bagus. Jumlah hadits hanya 40 (lebih tepatnya, total 42 hadits). Meskipun jumlah hadits yang sebenarnya hanya 42, kitab ini disebut Al-Arba’in yang secara harfiah berarti 40 dan ini umum dalam bahasa arab karena digolongkan ke dalam bahasa majaz, tepatnya termasuk dalam aturan ithlaqul juz-i ‘alal kulli.

Adapun alasan An-Nawawi menambahkan 2 hadis yang melengkapi 40, itulah mengapa Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Al-Fathu Al-Mubin. Menurut Al-Haitami, An-Nawawi kagum dengan hadits ke-41 yang berisi perintah melawan nafsu dan perintah untuk mengikuti syariat. Isi hadits ini tentu saja merupakan ruh dari semua 40 hadis sebelumnya. 

Hadis ke-42 ini juga dikagumi oleh An-Nawawi karena berisi perintah sholat, istighfar, harapan rahmat, dan mohon pertolongan kepada Allah untuk melaksanakan segala perintah-Nya. Hadits semacam ini dibutuhkan seorang hamba untuk merasa ringan saat menjalankan semua hukum Allah. Diharapkan 42 hadis yang tertulis dalam kitab ini cukup untuk mewakili dan merangkum semua hadis Nabi karena itu adalah hadis inti. 

Hadits ini, di antaranya beberapa ulama menyebutnya sebagai rubu’ut tasyri (seperempat undang-undang hukum Islam), rubu’ud din (seperempat dien), dan tsulutsud din (sepertiga dari Dengan sifat hadits seperti ini, orang yang mampu menghafalnya diharapkan sudah menguasai semua hadis Nabi secara substansi sehingga diharapkan cukup menjadi poros ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan.

Awal mula penulisan kitab Hadits Arbain Nawawi berasal dari majelis Ibnu Ash-Sholah, seorang ulama hadits besar di negeri Syria yang terkenal dengan penulisan ilmu hadits mustholah dengan nama Muqoddimah Ibn Ash-Sholah . Suatu ketika, Ibnu Ash-Sholah mengadakan pertemuan untuk mendikte 26 hadis Nabi yang merupakan jawami kalim (singkat, ringkas dan mewakili banyak hal). 

Hadits ini disebut Al-Ahadits Al-Kulliyyah . 26 hadits kemudian diambil oleh An-Nawawi dan kemudian ditambah dengan 42 hadits, sehingga lahirlah kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah. Demikianlah informasi tentang apa itu hadits arbain nawawi dan apa saja keutamannya Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *