fbpx

Sedekah Jariyah Adalah? Berikut Penjelasannya

Sedekah jariyah

Bagi kebanyakan umat Islam, pastinya sudah sering mendengar salah satu hadits berikut: “Apabila anak cucu Adam itu mati, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu: Sedekah jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya (Ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna setelahnya“. (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut, terdapat salah satu amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun orang yang melakukan amalan tersebut sudah mati. Hal itu tidak lain adalah sedekah jariyah, karena sedekah jariyah ini adalah sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir dan tidak terputus.

Apa itu Sedekah Jariyah?

Sedekah jariyah

Setelah mengetahui sekilas mengenai amalan yang pahalanya tidak terputus, lantas sebenarnya apa yang disebut dengan sedekah jariyah ini? Jika diartikan secara tatabahasa, maka istilah ini merujuk pada dua padanan kata “Sedekah” dan “Jariyah”.

Dalam Al Quran sendiri, Allah SWT sudah menyebut sedekah dengan istilah lain seperti shidqah, shodaqoh yang artinya bisa sebagai pemberian atau bisa juga diartikan sebagai qardhul hasan, “pinjaman yang baik”.

Dengan begitu, orang yang melakukan sedekah pada hakikatnya merupakan orang yang sudah “meminjamkan harta” kepada Allah. Nantinya, Allah Yang Mahakaya pasti akan mengembalikan pinjaman tersebut tentunya dengan pengembalian yang berlipat ganda.

Sementara kata “jariyah” artinya mengalir. Dalam hal ini berarati pahalanya mengalir dan tidak akan terputus. Itulah mengapa, sedekah jariyah disebut juga sebagai sedekah yang memiliki ganjaran dan pahala tanpa terputus.

Sedekah Jariyah dan Wakaf

Banyak masyarakat yang merasa kebingungan tentang sedekah jariyah dengan wakaf, apakah di antara keduanya ada perbedaan? Atau merupakah istilah yang sama? Pada dasarnya, wakaf ini merupakan salah satu bagian dari sedekah jariyah. Dengan begitu, wakaf ini adalah bentuk dari realisasi sedekah jariyah.

Dari segi artian, wakaf memiliki arti memindahkan hak milik yang asalnya pribadi menjadi milik orang lain atau badan tertentu yang nantinya berguna untuk masyarakat. Biasanya wakaf ini pun nantinya akan beratasnamakan Allah SWT. Pasalnya, wakaf pun berarti harta yang sudah dipinjamkan kepada Allah untuk kemaslahatan orang banyak.

Meskipun wakaf ini merupakan bentuk dari sedekah jariyah, namun bukan berarti bahwa sedekah ini hanya berlaku untuk wakaf saja. Atau berlaku untuk suatu pemberian yang berdasarkan harta kekayaan maupun materi.

Pasalnya, sedekah jariyah pun bisa dimanifestasikan dalam bentuk lainnya. Baik itu materi maupun non materi. Hal tersebut pun tertuang dan dijelaskan dengan gamblang seperti pada hadits-hadits berikut ini:

Menyingkirkan Batu adalah Sedekah

Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.”(HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut menjelaskan bahwasannya Nabi pun pernah bersabda dan memberikan pengetahuan bahwasannya sedekah tidak terbatas pada hart. Bahkan, ketika kita mau menyingkirkan batu, menyingkirkan duri maupun tulang di tengah jalan, itu adalah bentuk sedekah.

Pasalnya, dengan melakukan hal tersebut bisa menghindarkan orang lain dari kemungkinan terkena benda tersebut yang bisa membuatnya terluka. Tentunya, itu adalah perbuatan baik yang disenangi oleh Allah.

Senyuman adalah Sedekah

Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah“. (HR. At-Tirmidzi).

Bukankah sangat tidak menyenangkan jika kita melihat orang lain yang bertemu dengan kita, namun tidak ada sedikit pun senyum yang terulas?

Rupanya, salah satu bentuk sedekah jariyah yang ringan dilakukan pun adalah senyuman. Ketika kita mampu memberikan senyuman kepada saudara kita dan orang lain, maka itu berarti kita sudah bersedakah.

Omongan Baik adalah Sedekah

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Jauhilah neraka walupun hanya dengan (sedekah) sebiji kurma, kalau kamu tidak menemukan sesuatu, maka dengan omongan yang baik.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Banyak orang yang merasa tidak bisa bersedakah karena tidak memiliki banyak harta. Bahkan sebatas makanan dan hal lain pun mereka tidak memilikinya. Namun, bukan berarti dengan keadaan tersebut membuat seseorang jadi tidak bisa bersedekah.

Pasalnya, hanya dengan mengeluarkan omongan yang baik-baik saja, itu sudah bernilai sedekah di mata Allah. Apalagi omongan yang baik pun bisa mencerminkan kualitas seseorang dan bisa menjadi sarana terbaik untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan oranglain.

Sedekah Banyak Jenisnya

Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah, ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak shalih yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup, semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR. Ibnu Majah)

Berdasarkan hadits tersebut, jelas sekali bahwasannya jenis sedekah jariyah sangatlah banyak. Bukan hanya harta yang disedekahkan ketika sedang hidup saja, namun ilmu dan lain sebagainya pun bisa menjadi sedekah jariyah yang akan berguna meskipun dirinya sudah mati. Dan akan memberikan pahala secara terus menerus, meskipun dirinya sudah berada di alam kubur.

Keutamaan Sedekah Jariyah

Setelah kita mengetahui perihal sedekah secara gamblang, yang mana sedekah itu tidak hanya terbatas pada pemberian secara materi saja. Maka berikutnya adalah beberapa keutamaan yang dihasilkan dari sedekah jariyah ini. Lantas, apa saja keutamaannya tersebut?

Naungan di Hari Kiamat

Rosulullah SAW bersabda “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panasnya siksa kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dibawah naungan sedekahnya. (HR Al-Tabrani).

Setiap umat Islam pastinya ingin dilindungi dan punya naungan ketika hari kiamat tiba. Bagaimana tidak, meskipun kita sendiri tidak tahu kapan kiamat itu muncul, namun kita tahu bagaimana dahsyatnya hari kiamat.

Hari ketika semuanya diluluhlantahkan, hari ketika semua ibadah dan hal lain dihentikan. Hanya tinggal menunggu perhitungan amal-amal sebagai penentuan kemana selanjutnya kita akan dimasukkan.

Ada salah satu keutamaan dari bersedekah, yakni kita bisa bernaung di bawahnya ketika hari kiamat tiba. Seperti yang dijelaskan oleh hadits tersebut.

Menghapus Dosa

Setiap orang pastinya punya banyak dosa dan kesalahan, apalagi tempatnya manusia yang selalu khilaf dan berbuat maksiat. Namun, sebanyak apapun dosa kita jika kita mau bertaubat, sungguh Allah adalah Sang Maha Pengampun. Itu pun seperti hadits berikut yang menyebutkan bahwa:

Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadits tersebut bisa kita ketahui bahwasannya sedekah diibaratkan seperti air yang mampu memadamkan api. Di mana, sebanyak apapun dosa kita, jika kita mau bersedakah dengan ikhlas dan tanpa berlaku sombong, maka dosa tersebut bisa dihapuskan atas kehendak Allah.

Meringankan Siksaan Kubur

Adalah sebuah kepastian bahwa azab atau siksa kubur itu nyata. Bahkan, sering kita lihat berbagai pemberitaan dan  fakta nyata terhadap orang-orang yang di dalam kuburnya disiksa. Tentu siksaan ini adalah akibat dari perbuatannya semasa hidup di dunia.

Meskipun begitu, ada satu keutamaan yang luar biasa didapatkan kita bersedekah. Sesuai dengan hadits berikut ini:

Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)

Hadits ini menberikan penjelasan bahwasannya ketika semasa hidup kita sering bersedakah, maka itu bisa menjadi pembantu kita untuk memadamkan kejamnya siksaan di alam kubur. Bahkan, bisa mematikan api ketika siksaan kubur berlanngsung.

Pahala Berlipat

Allah sudah berjanji, bahwa setiap kebaikan meskipun hanya sebesar biji dzarah akan dibalas oleh Allah. Jika biasanya kebaikan itu akan dibalas dengan 1 satu kebaikan, berbeda dengan sedekah yang ternyata akan dibalas oleh Allah dengan kebaikan dan pahala yang berlipat-lipat.

Hal ini sudah dijelaskan oleh firman Allah sendiri di dalam Al Quran seperti ayat berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)

Allah sendiri sudah menjanjikan bahwasannya siapa saja yang meminjamkan pinjaman yang baik kepada Allah, maka Allah akan memberikan pahala yang berlipat. Bahkan, pahala tersebut pun diberikan tanpa memandang status apapun mereka.

Baik wanita maupu  laki-laki, baik yang kaya maupun yang miskin. Asal mereka sudah melakukan sedekah semasa hidupnya dengan ikhlas dan penuh keridhaan, maka pahala adalah ganjaran yang sebaik-baiknya.

Jaminan Surga

Setiap dari kita pastinya menginginkan Surga. Masuk ke dalamnya dan hidup kekal di dalamnya dengan segala keberkahan dan keberuntungan. Meskipun begitu, banyak sekali godaan untuk menuju surga ini. Padahal banyak sekali cara dan celah yang bisa kita ambil agar bisa masuk surga dengan mudah. Salah satunya adalah dengan bersedakah.

Rosulullah pernah bersabda:

Orang yang memberikan dan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan salat, ia akan dipanggil dari pintu salat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666 dan HR. Muslim no. 1027)

Bayangkan, hanya dengan sedekah saja, kita bisa dipanggil Allah dari pintu sedekah.

Menghilangkan Keburukan

Tidak cukup sampai beberapa keutamaan yang sebelumnya sudah dijelaskan, adapun keutamaan lain dari sedekah jariyah ini adalah dihilangkannya segala keburukan dari orang yang gemar sedekah.

Seperti Nabi SAW bersabda:

Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“. (HR. Thabrani)

Dengan melakukan sedekah jariyah, bukan hanya bisa memberikan kita pahala yang tidak terputus, namun juga sedekah bisa membawa kita pada umur yang panjang, mencegah kita dari kematian yang buruk dan tidak baik, serta bisa membantu kita menghilangkan segala sifat buruk yang merugikan seperti fakir, sombong, dan angkuh atau merasa bangga terhadap diri sendiri.

Meskipun pada dasarnya semua harta dan semua yang ada di langit dan bumi ini adalah milik Allah, namun jika kita bisa membelanjakan rezeki itu di jalan Allah, bahkan kembali meminjamkannya kepada Allah untuk urusan yang baik dan berguna bagi orang banyak, maka pahala yang akan kita dapatkan pun semakin banyak.

Bahkan pahalanya terus mengalir sampai membawa syafaat di akhirat kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *