fbpx

Niat, Tata Cara dan Doa Sholat Taubat

Manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena semua orang pernah melakukan kesalahan, baik itu dosa besar atau kecil. Namun, semua dosa dan kesalahan tersebut dapat dibersihkan dengan bertaubat dan melakukan sholat taubat.

Keutamaan Bertaubat

niat sholat taubat

Maka janganlah berjalan diatas bumi ini dengan rasa sombong, karena sungguh semua aib dan dosamu sedang ditutupi oleh Allah ﷻ. Tak hanya itu, Allah Yang Maha Baik juga selalu membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi seorang hamba yang mau memperbaiki kualitas iman dan agamanya.

Pintu taubat ini akan selalu terbuka selama ruh seorang hamba belum sampai ke tenggorokan atau sebelum matahari terbit di sebelah barat. Allah juga menghadirkan sholat taubat sebagai wasilah kita menghapus noda hitam di buku catatan amal dan sebagai bukti kesungguhan ingin kembali pada jalan kebenaran yang diridhoi-Nya. 

Dengan mengerjakan Sholat Taubat ini, seorang hamba bisa mengakui kesalahan dan dosanya, berazzam tidak akan mengulanginya, merasa hina diri di hadapan Sang Pencipta, memohon ampun dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah Maha Penerima Taubat. Sebagaimana firman-Nya, 

وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imraan : 135)

3 Syarat Diterimanya Taubat

tata cara sholat taubat

Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin menyampaikan jika kemaksiatan terjadi antara seorang hamba dan Allah ﷻ (artinya tidak ada hubungannya dengan hak orang lain), maka untuk bertaubat kepada Allah harus memenuhi tiga syarat :

1. Meninggalkan maksiat yang telah dilakukan

2. Menyesalinya dengan jujur

3. Bertekad tidak akan mengulanginya

Dan jika dosa itu berkaitan dengan manusia, maka harus menyelesaikan/mengembalikan hak orang yang pernah ia dzolimi dan meminta maaf kepadanya.

Selain itu, perlu diingat bahwa pondasi penting diterimanya semua amalan kita di dunia ini adalah niat karena Allah ﷻ, bukan untuk tujuan duniawi lainnya. Ikhlaslah melakukan sesuatu dengan hanya mengharapkan balasan, cinta dan ridho-Nya.

Anjuran Sholat Taubat

tata cara sholat taubat

Dalam Kitab Shahih Fiqh Sunnah Syaikh Abu Malik disebutkan bahwa Sholat Taubat adalah sholat yang disunnahkan atau dianjurkan berdasarkan kesepakatam empat madzhab. Hal ini berdasarkan dalil dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ الله لَهُ

“Apabila seorang hamba melakukan dosa kemudian ia berwudhu dengan sempurna, kemudian ia berdiri untuk melakukan sholat dua rakaat kemudian meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah pasti akan mengampuninya.”  

(HR. Tirmidzi No. 406, Abu Daud No. 1521, Ibnu Majah No. 1395. Dan dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Tata Cara Sholat Taubat

waktu melaksanakan sholat taubat

1. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna sesuai sunnah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam

2. Mengerjakan Sholat Taubat sebanyak 2 rakaat. Sholat Taubat dikerjakan sendiri-sendiri, tidak berjama’ah.

3. Tidak ada lafadz khusus untuk niat Sholat Taubat. Niat Sholat Taubat cukup di dalam hati saja, tidak diucapkan. 

4. Pada Sholat Taubat ini tidak ada bacaan khusus sebagaimana sholat sunnah dua rakaat yang lainnya. Setelah membaca Surat Al Fatihah boleh membaca surat apa saja.

5. Setelah selesai melaksanakan Sholat Taubat, mohon ampun kepada Allah ﷻ, menyesali semua dosa-dosa yang pernah dilakukan, membaca istighfar dan dzikir sebanyak-banyaknya. Tidak ada bacaan istighfar yang khusus setelah Sholat Taubat. Boleh membaca istighfar apa saja. Boleh juga memperbanyak sayyidul istighfar  :

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاصَنَعْتُ أَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَايَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Dan aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yg telah aku lakukan, aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau sendiri.”

sholat taubat

6. Setelah melakukan Sholat Taubat, sangat dianjurkan untuk bersungguh-sungguh melakukan amal sholeh lainnya. 

Diantara amal sholeh yang dapat menjadi sebab Allah ﷻ mengampuni dosa adalah dengan memperbanyak sedekah. Anjuran memperbanyak sedekah ini untuk meraih kasih sayang Allah ketika sedang bertaubat.

Allah ﷻ berfirman, 

إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ 

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah :271)

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ 

“Sedekah itu akan memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.”

(HR. Tirmidzi, di shahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi No. 614)

Waktu Sholat Taubat 

anjuran sholat taubat

Sholat Taubat bisa dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu terlarang untuk sholat. Dalam Fiqih Syafi’i, Sholat Taubat adalah sholat yang terkait dengan sebab yang diakhirkan (muqoyyad bisababin mutaakhir); yaitu seseorang yang akan bertaubat ia melakukan sholat dua rakaat terlebih dahulu.

Kemudian setelah dua rakaat tersebut ia lalu beristighfar memohon ampunan kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, Sholat Taubat tidak boleh dikerjakan pada waktu terlarang sholat. Berikut ini adalah 5 waktu terlarang mengerjakan sholat : 

1. Pada waktu matahari baru terbit sampai naik hingga setinggi tombak. Waktu ini kira-kira berada pada kisaran waktu 16 menit hingga 20 menit setelah matahari terbit. 

2. Ketika matahari berada tepat diatas kepala yaitu tidak condong ke timur atau ke barat hingga matahari tergelincir ke barat. Waktunya sebentar hanya beberapa detik kira-kira seukuran takbiratul ihram. Waktu istiwa’ tidak cukup untuk melaksanakan sholat tapi bisa bertepatan dengan takbiratul ihram.

3. Dari waktu ishfiror, yaitu ketika matahari mulai tenggelam, yang ketika itu cahayanya mulai memudar, hingga matahari tenggelam dengan sempurna.

4. Setelah Sholat Shubuh hingga matahari terbit.

5. Setelah Sholat Ashar hingga matahari tenggelam.

Dengan demikian, Sholat Taubat dapat dikerjakan pada waktu-waktu di luar lima waktu terlarang tersebut. Tunaikanlah Sholat Taubat pada pada pagi, siang, atau malam hari sesuai kondisi, kesiapan, dan kebutuhannya.

Doa Setelah Sholat Taubat

doa setelah sholat taubat

Imam Nawawi menulis dalam Kitabnya Riyadhus Shalihin (Bab Keutamaan Doa),

عَنْ أَبِي مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو بِهَذَا الدُّعَاءِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي، وَخَطَئِي وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِيْ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ علَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau berdoa dengan doa ini,

Artinya: Wahai Rabbku, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, dan melampaui batas dalam urusanku seluruhnya, dan juga apa yang lebih Engkau ketahui daripada diriku. Ya Allah, ampunilah kesungguhanku (dalam dosa), senda gurauku, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua itu ada pada diriku (yang ada atau yang mungkin ada). Ya Allah, ampunilah apa yang telah aku lakukan dan apa yang akan aku lakukan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku tampakkan, dan apa saja yang lebih Engkau ketahui daripada diriku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan, dan Engkau Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. 

(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6399 dan Muslim, no. 2719]

Semoga semua taubat kita diterima disisi Allah Sang Pemberi Taufik dan Yang Maha Penerima Taubat. Amiin Yaa Mujibas Saailin. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh : Ulfa Rahmana, Lc