fbpx

Mengganti Puasa Ramadhan

Saat memasuki bukan Ramadhan, seorang umat muslim mempunyai kewajiban menjalankan ibadah puasa selama 30 hari atau satu bulan penuh. Namun beberapa umat muslim pasti ada yang berhalangan untuk menunaikan puasa selama 30 hari penuh karena mengalami beberapa kendala. Bagi umat muslim yang tidak mampu menjalankan puasa selama 30 hari penuh, maka ia wajib mengganti puasa Ramadhan.

Mengganti Puasa Ramadhan atauss Qadha Puasa

cara mengganti puasa Ramadhan

Banyak penyebab seorang muslim tidak dapat menjalankan puasa selama 1 bulan penuh salah misalnya dikarenakan sakit keras, melakukan perjalanan jauh, atau hal-hal lain yang tidak diwajibkan puasa dengan pengecualian tertentu sehingga seorang muslim tidak mampu menjalankan puasanya.

Maka dari itu wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk mengganti puasa Ramadhan di hari lain setelah bulan suci Ramadhan.

Qadha puasa berlaku bagi umat muslim yang dapat menjalankan puasa ,namun sudah uzur atau mengalami halangan-halangan sehingga menghambat melaksanakan ibadah puasa.

Qadha juga berlaku bagi seorang wanita yang kuat untuk berpuasa akan tetapi sedang mengalami masa nifas atau menstruasi, maka dari itu perempuan dilarang untuk menjalankan ibadah puasa, dan harus mengganti setelah bulan suci Ramadhan usai.

Cara Mengganti Puasa Ramadhan

Mengganti puasa Ramadhan dianjurkan dilakukan dengan segera mungkin secara berurutan sampai pengganti puasa tersebut telah dilakukan.

Dalam Al Qur’an juga dijelaskan bahwa hamba Allah dapat meninggal kapan saja dan dimana saja, maka dari itu menyegerakan pengganti puasa lebih baik daripada menunda-nunda karena ajal seseorang itu tidak kita ketahui, yang maha mengetahui hanyalah Allah SWT yang menciptakan kita semua.

Namun, Islam juga membolehkan jika membayar hutang puasa Ramadhan tidak dilakukan secara berurutan, dikarenakan beberapa alasan tertentu. Mengqadha puasa Ramadhan saat menjelang bulan Ramadhan juga dapat diperbolehkan di dalam Islam.

Lalu bagaimana cara jika seorang muslim belum sempat melakukan pelunasan hutang puasa Ramadhan sampai tiba bulan Ramadhan berikutnya?

Dosen Fakultas Syariah dari IAIN Surakarta yaitu Shidiq M.Ag menjelaskan bahwa orang tersebut tetap dapat menunaikan ibadah puasa Ramadhan, namun orang itu harus tetap membayar hutang puasa setelah bulan Ramadhan periode berikutnya selesai.

Mengganti dengan Fidyah

Jika mengalami suatu kelalaian kewajiban mengganti puasa Ramadhan, maka orang itu wajib untuk membayar fidyah.

Fidyah adalah kegiatan yang dilakukan untuk memberi kebutuhan makanan dan minuman sebesar biaya makan dan minum yang kemudian dikalikan dengan jumlah tanggungan hutang puasa Ramadhan yang tidak dijalankan oleh orang tersebut.

Fidyah ini juga berlaku hukumnya bagi orang yang tidak kuat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan seperti ibu hamil dan menyusui, seseorang yang meninggal dunia yang masih mempunyai hutang terhadap hutang puasa Ramadhan atas nama almarhum atau almarhumah.

Pembayaran fidyah ini dapat dilakukan secara sekaligus. Misalnya, memberikan fidyah selama 10 hari kepada 10 orang miskin atau dapat melakukan fidyah kepada 1 orang miskin saja selama 20 hari. Untuk takaran fidyah ulama Malikiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa sebesar 1 mud makanan.

Sementara pendapat ulama Hanafiyah berpendapat bahwa kadar fidyah yang wajib dilakukan dengan takaran 1 Sha kurma atau 1 Sha Syair (gandum) bisa juga Sha  hinthoh atau biji gandum. Ukuran 1 Sha (beras/gandum/kurma) = 4 mud. Satu Sha kurang lebih sekitar tiga kilogram. Setelah Sha atau sekitar 1,5 kilogram diperuntukkan untuk satu hari puasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *