fbpx
0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam

  • Home / Blog / Hukum Mewarnai Rambut…
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam

Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam

Oleh: Afina Tadzkirah Ulya, Lc.

Setiap orang tentu ingin tampil dengan penampilan terbaik. Tak jarang, saat ini setiap orang berlomba-lomba untuk mempercantik diri dengan mengikuti berbagai tren, termasuk mewarnai rambut. Tapi, bagaimanakah Islam memandang hal ini? Apakah mewarnai rambut termasuk hal yang diperbolehkan oleh Islam?

Islam sebagai agama yang sempurna telah membahas masalah ini dengan cukup mendalam. Ada berbagai pertanyaan yang butuh kita telisik agar permasalahan ini menjadi gamblang, di antaranya adalah:

Bagaimana hukum mewarnai rambut bagi yang telah beruban?

Bolehkah menyemir rambut dengan warna hitam?

Warna apa sajakah yang diperbolehkan untuk menyemir rambut?

Bagaimana hukum mewarnai rambut bagi yang belum beruban?

Bagaimana Hukum Mewarnai Rambut Bagi yang Telah Beruban?

Terkait ini, Rasulullah SAW telah bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits ini, Rasulullah telah sangat gamblang menyampaikan perintah untuk mewarnai rambut, agar dapat menyelisihi kebiasaan orang Yahudi dan Nasrani.

Di riwayat lain, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, diceritakan bahwa saat Fathul Makkah, ayah Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abu Quhafah, datang dengan rambut yang telah putih beruban. Jabir berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim)

Dari dua hadits di atas, dapat kita pahami bahwa hukum menyemir rambut yang telah beruban adalah boleh, bahkan dianjurkan.

Bolehkah Menyemir Rambut dengan Warna Hitam?

Seperti yang disampaikan dalam kisah Abu Quhafah, kita dilarang mewarnai uban dengan warna hitam. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

يَكُونُ قَوْمٌ يَخْضِبُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ بِالسَّوَادِ كَحَوَاصِلِ الْحَمَامِ لَا يَرِيحُونَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari konteks hadits larangan mewarnai rambut dengan warna hitam yaitu hadits yang berbunyi, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam”, para ulama telah berbeda pendapat tentang hukum pastinya, apakah termasuk haram, makruh atau hukum lainnya. Berikut beberapa kesimpulan hukum yang telah dirumuskan oleh para ulama terkait menyemir rambut dengan warna hitam:

  1. HARAM, menurut pendapat Hanabilah dan sebagian Syafiiyyah.
  2. MAKRUH, jika tidak untuk menipu. Ini pendapat Syafiiyyah, Malikiyyah dan Hanafiyyah
  3. BOLEH dengan syarat tidak untuk menipu.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin ditanyakan: “Seorang pemuda sudah nampak padanya uban. Dia ingin merubah uban tersebut dengan warna hitam. Bagaimana hukum mengenai hal ini?”

Syaikh rahimahullah menjawab: Ini termasuk mengelabui (tadlis). Seseorang yang ingin menikah, lalu di kepalanya terdapat uban sedangkan dia masih muda, maka melakukan semacam ini termasuk mengelabui (tadlis). Akan tetapi kami katakan bahwa yang lebih utama jika dia ingin mengubah ubannya tadi, maka gunakanlah warna selain hitam. Dia boleh mencampur hina’ (pacar) dan katm (inai), lalu dia gunakan untuk menyemir ubannya. Pada saat ini, tidak nampak lagi uban. Bahkan perbuatan ini adalah termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu merubah uban dengan warna selain hitam. Adapun merubah uban tadi dengan warna hitam, maka yang benar hal ini termasuk perbuatan yang diharamkan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita menjauhi warna hitam ketika akan menyemir rambut, bahkan terdapat ancaman yang sangat keras mengenai hal ini dalam sabda beliau.

  1. BOLEH dengan syarat digunakan untuk jihad. Hal ini untuk menunjukkan kekuatan pasukan umat muslim.
  2. BOLEH tanpa syarat seperti yang disampaikan oleh Syaikh Yusuf Qardhawi.

Dari berbagai ulasan ulama di atas, maka sebaiknya kita benar-benar menghindari penggunaan warna hitam untuk mewarnai rambut yang beruban, seperti yang telah disebutkan dengan jelas dalam hadits Rasulullah SAW.

Bolehkah Menyemir Rambut dengan Warna Selain Hitam?

Lantas, warna apa sajakah yang boleh dipakai untuk mewarnai rambut yang beruban?

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Melalui hadits di atas, Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa warna terbaik untuk menyemir rambut adalah warna dari hinna’ (pacar) dan katm (inai) adalah yang paling baik. Selain itu, juga dapat menggunakan al wars (biji yang dapat menghasilkan warna merah kekuning-kuningan) dan za’faron seperti yang dilakukan oleh sebagian sahabat. Dari sini dapat kita pahami bahwa ada tiga jenis warna untuk menyemir rambut:

  1. Warna yang dilarang untuk digunakan untuk merubah uban adalah warna hitam
  2. Warna yang diperintahkan untuk digunakan seperti hinaa’
  3. Warna yang tidak dibahas secara khusus oleh syariat. Maka, hal yang seperti ini hukumnya halal.

Bolehkah Menyemir Rambut yang Berwarna Hitam (Belum Beruban) Menjadi Warna Selain Hitam?

Terkait masalah ini, ada dua pendapat yang terkemuka:

  1. Pendapat Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin. Beliau menyampaikan, kaedah penting dalam masalah ini adalah “hukum asal segala sesuatu adalah halal dan mubah.” Maka, berdasarkan kaedah ini merubah rambut dengan warna selain hitam hukumnya adalah halal
  2. Pendapat Syaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. Beliau mengatakan, “Adapun mengenai seorang wanita mewarnai rambut kepalanya yang masih berwarna hitam menjadi warna lainnya, maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan. Karena tidak ada alasan bagi wanita tersebut untuk mengubahnya. Karena warna hitam pada rambut sudah menunjukkan keindahan dan bukanlah suatu yang jelek (aib). Mewarnai rambut semacam ini juga termasuk tasyabbuh (menyerupai orang kafir).”

Merujuk dari ulasan yang ditulis oleh Ust. Muhammad Abduh Tuasikal, dari dua penjelasan ulama di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa hukum menyemir rambut, “Jika ada kebutuhan seperti telah beruban, maka pada saat ini dibolehkan bahkan diperintahkan untuk mewarnai dengan selain warna hitam. Namun apabila rambut masih dalam keadaan hitam, lalu ingin disemir (dipirang) menjadi warna selain hitam, maka hal ini seharusnya dijauhi. Karena ini lebih dekat kepada tasyabbuh atau menyerupai orang kafir.

Selain pertanyaan-pertanyaan di atas ada beberapa hal yang butuh kita perhatikan sebelum mewarnai rambut:

  1. Bahan pewarna rambut

Kita harus memastikan bahwa bahan pewarna rambut itu tidak menghalangi kulit rambut untuk menyerap air. Karena jika demikian, ini akan membuat wudhu kita tidak sah karena air tidak dapat menyerap ke kulit rambut.

  1. Tujuan mewarnai rambut

Mewarnai rambut bagi wanita dengan tujuan untuk tampil cantik di hadapan suami adalah sangat dianjurkan. Namun, sebaliknya, jika tujuan mewarnai rambut hanyalah untuk mengikuti tren dan gaya orang kafir, maka hukumnya adalah haram. Karena hal ini termasuk dalam masalah tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, sedangkan hukum tasyabuh dengan orang kafir adalah haram. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Demikian pembahasan terkait hukum mewarnai rambut dalam Islam. Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang benar. Wallahu a’lam bish showab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *