fbpx
0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Bagaimana Tata Cara Aqiqah?

  • Home / Blog / Bagaimana Tata Cara…
Bagaimana Tata Cara Aqiqah?

Bagaimana Tata Cara Aqiqah?

Apa itu Aqiqah?

Aqiqah adalah amalan memotong atau menyembelih hewan ternak dan mencukur rambutnya pada hari ketujuh atau lebih dari itu dari kelahiran anak sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur setelah dikaruniai anak. Hasil dari aqiqah tersebut dibagikan kepada saudara, tetangga, dan orang miskin dengan kondisi daging yang sudah dimasak dan siap dimakan.

Bagaimana Hukum Aqiqah?

Aqiqah termasuk kedalam amalan Sunnah muakad yang mana sunnah muakad adalah Sunnah yang diberikan penekanan untuk dilakukan sehingga tingkatannya mendekati wajib. Akan tetapi, banyak ulama yang juga menjadikan aqiqah sebagai sesuatu yang wajib karena hal yang berkaitan dengan sembelih adalah sesuatu yang penting.

  1. Pendapat terkuat mengenai hukum aqiqah adalah sunnah muakad sebagai mana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Semua bayi tergadaikan dengan aqiqah-nya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” [Shahih, HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lainnya]. Aqiqah menjadi sebuah penebus yang mana bagi Sebagian ulama adalah penebusan atau pembebasan sang bayi dari kekangan jin Ketika bayi tersebut dilahirkan.
  2. Aqiqah dikatakan menjadi diutamakan apabila kondisi finansial keluarga tersebut lebih dari cukup untuk melakukan aqiqah. Selain itu, beberapa dalil yang mengatakan aqiqah menjadi sebuah tuntutan diantaranya adalah hadits Rasulullah saw yang berkata “setiap anak tertuntut dengan aqiqahnya”.

Tata Cara Aqiqah.

  • Waktu:

Aqiqah dapat dilaksanakan pada hari ketujuh, atau hari keempat belas, atau hari kedua puluh satu setelah kelahiran dari sang bayi. Tetapi aqiqah juga dapat dilaksanakan saat dewasa selama orang tersebut belum menunaikannya.

  • Hewan:

Dalam pemilihan hewan, aqiqah dibagi menjadi dua ketentuan. Pertama, jika anak tersebut adalah anak laki-laki maka menunaikan aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing. Kedua, jika anak tersebut perempuan maka cukup menyembelih satu ekor kambing saja. Daging kambing tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat dengan keadaan sudah matang dan siap dimakan.

  • Pemotongan rambut:

Selain dengan menyembelih kambing, aqiqah juga menuntut untuk mencukur atau memotong rambut dari bayi tersebut hingga gundul.

  • Pembagian sedekah:

Setelah melakukan pemotongan rambut, rambut yang sudah dipotong kemudian ditimbang. Jumlah berat rambut dalam gram tersebut kemudian diubah menjadi sedekah emas, perak, atau uang senilai sesuai dengan berat dari rambut bayi tersebut.

Demikian penjelasan mengenai aqiqah, hukum aqiqah, dan juga tata cara aqiqah. Semoga bisa menjadi ilmu dan amal yang bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *