0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Bagaimana Hukum Qunut Dalam Macam-Macam Madzhab?

  • Home / Blog / Bagaimana Hukum Qunut…
Bagaimana Hukum Qunut Dalam Macam-Macam Madzhab?

Bagaimana Hukum Qunut Dalam Macam-Macam Madzhab?

Pengertian dan Hukum Qunut.

Qunut adalah salah satu proses berdoa yang dapat dilakukan ketika sedang melakukan sholat yaitu setelah atau sebelum rukuk. Menurut beberapa riwayat, awal mula qunut dilakukan adalah ketika Rasulullah SAW kedatangan seorang Arab dari qabilah di daerah najid yang meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengutus sahabat untuk berdakwah di daerah tersebut. Rasulullah SAW sempat ragu karena takut akan ada musibah yang menimpa sahabatnya jika diutus kesana, namun orang Arab tersebut menjamin keselamatan mereka sehingga Rasulullah Mengirimkan 70 sahabat yang beliau percaya keilmuan dan keimanannya (dalam riwayat lain dikatakan 40 orang). Ketika sudah mengutus sahabat-sahabatnya, datanglah Malaikat Jibril kepada Rasulullah mengabarkan bahwa sahabat-sahabat yang telah diutus terbunuh.

Setelah mendengar kabar tersebut, Rasulullah dengan sifat manusianya marah dan berdoa agar kaum yang membunuh sahabat-sahabatnya tertimpa musibah dan celaka. Kemudian turunlah firman Allah SWT yaitu surat Ali-Imran ayat 128 yang memiliki terjemahan “Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu, atau Allah menerima taubat mereka atau mengadzab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang dhalim” yang kemudia Rasulullah kemudian mengganti doa celaka tersebut dengan doa-doa kebaikan singkatnya disebut dengan Qunut (Permohonan yang baik-baik).

Hukum Qunut Menurut Mazhab Hanafi

Dalam menjelaskan hukum qunut, Imam Hanafi mengacu pada surat Ali-Imran ayat 128 bahwasannya doa qunut tidak ada dalam sholat kecuali pada saat terkena musibah atau bencana. Namun qunut ini hanya bisa dilakukan ketika sholat subuh saja dan imam yang membacakan doa tersebut. Selain itu, doa qunut hanya dapat dilakukan ketika mendirikan sholat berjamaah saja, tidak dengan sholat munfarid.

Hukum Qunut Menurut Mazhab Maliki

Menurut Imam Maliki, yang juga mengacu pada surat Ali-Imran ayat 128, bahwa setelah diturunkan ayat tersebut Rasulullah SAW mengganti doa-doanya menjadi doa-doa kebaikan maka doa qunut diperbolehkan untuk dibaca dan Rasulullah SAW tidak melarangnya. Menurut Imam Maliki, doa qunut dilakukan setelah membaca surat pendek saat rakaat kedua tepat sebelum melakukan rukuk.

Hukum Qunut Menurut Mazhab Syafi’i

Imam Syafi’i memilih riwayat yang menjelaskan bahwa Rasulullah melakukan doa qunut setelah rukuk atau saat I’tidal sebelum sujud. Selain itu, qunut juga hanya dilakukan pada sholat subuh saja dalam setiap keadaan dan tidak bisa dilakukan pada sholat wajib selain dari subuh. Terdapat sebuah pengecualian yaitu bisa dilakukan ketika sholat wajib kapan saja asalkan sedang tertimpa musibah.

Hukum Qunut Menurut Mazhab Hambali

Imam Hambali mengambil jalan tengah dalam menyikapi hukum qunut. Ia mengacu pada riwayat bahwa Rasulullah berdoa ketika surat Ali-Imran ayat 128 diturunkan dan kemudian tidak berdoa lagi setelahnya. Doa qunut itu dimaksudkan karena ketidakhadiran beliau pada peristiwa besar tersebut. Dari sini kemudian Imam Hambali mengatakan bahwa qunut dilakukan ketika ada peristiwa besar yang menuntut untuk disertakan doa oleh kita.

Demikian bagaimana hukum qunut dalam macam-macam madzhab. Semoga kita bisa memilih untuk mengikuti mazhab yang mana karena sesungguhnya semua doa itu adalah hal yang baik selama doa itu mengandung kebaikan pula. Wallahua’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *