0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Apa Saja Keutamaan Membaca Surat Ar-Rahman?

  • Home / Blog / Apa Saja Keutamaan…
Apa Saja Keutamaan Membaca Surat Ar-Rahman?

Apa Saja Keutamaan Membaca Surat Ar-Rahman?

Azif Mu’thon, Lc

Dari seratus empat belas surat dalam Al-Qur’an, ada beberapa surat yang namanya cukup populer dan akrab di telinga banyak orang. Ar- rahman misalnya adalah salah satu surat yang banyak dikaji, dibaca dan diperdengarkan dibanyak kesempatan. Dijelaskan dalam beberapa riwayat surat Ar-rahman mempunyai beberapa keistemewaan dan keutamaan. Lantas apa saja keutamaan membaca surat Ar-rahman?

Surat  Ar- Rahman dan Asbabun Nuzul

Surat ar-rahman adalah surat yang ke 55 berjumlah 78 ayat. Ulama’ berbeda pendapat apakah surat ar-rahman tergolong surat makkiyah atau madaniyyah, namun qoul (pendapat) yang rojih mengatakan surat ar-rahman adalah golongan surat makkiyah. Surat ini dinamakan surat ar-Rahman karena surat ini diawali dengan nama Allah Ar-Rahmaan. Ar-Rahmaan berarti Yang memiliki kasih sayang kepada seluruh makhluk di dunia dan kasih sayang kepada orang-orang yang beriman di akhirat.

Kata Ar-Rahman dibentuk dari kata dasar ar-rahmah (kasih sayang) namun dengan bentuk kata mubalaghah (bentuk kata yang menunjukkan makna sangat atau sering). Nama ar-Rahman lebih kuat penekanannya daripada ar-Rahim. Karena ar-Rahman artinya Yang memiliki kasih sayang kepada seluruh makhluk di dunia dan kasih sayang  kepada orang-orang yang beriman di akhirat; Sedangkan ar-Rahim artinya Yang sangat memiliki kasih sayang kepada orang-orang yang beriman di hari kiamat. Pendapat inilah yang dipegang oleh mayoritas ulama.

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan asbabun nuzul dari surat ar-rahman, diantaranya adalah:

  • Surat ini sebagai respon juga jawaban Allah Azza wa Jalla terhadap pertanyaan orang-orang musyrik yang berkata, “Siapakah ar-Rahman itu?” sebagaimana terdapat pada ayat:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Sujudlah kalian sekalian kepada yang Maha Penyayang (ar-Rahman)!”, Mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Penyayang (ar-Rahman) itu? Apakah kami akan sujud kepada Rabb Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).” (Q.S. Al-Furqan: 60)

  • Surat ini adalah sebagai jawaban dari perkataan penduduk kafir  Mekah ketika mereka mengatakan, “Sesungguhnya Al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia.” sebagaimana terdapat pada ayat:

 وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ

 Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: ‘Sesungguhnya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).’ Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad) belajar kepadanya bahasa ‘Ajam (selain Arab), sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.”

(Q.S.  An-Nahl: 103)

Ayat ini sebagai bantahan kepada mereka kafir makkah dan penegasan dari Allah SWT bahwa yang mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Allah Azza wa Jalla , bukannya manusia.

  • Di riwayat yang lain dijelaskan, bahwa suatu hari Abu Bakr Ash-Shidiq menerangkan hal kiamat, timbangan, surga, dan neraka. Kemudian dia menambahkan bahwa dirinya ingin menjadi rerumputan yang dimakan binatang, dan tidak diciptakan Allah SWT(sebagai manusia). Kemudian turunlah  Ayat:

 وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Rabb-nya ada dua syurga.”

 (Ar-Rahman: 46)

Keistimewaan dan Keutamaan Surat Ar-Rahman

  1.  Diriwayatkan bahwasanya satu kali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan surat ini kepada para jin dan mereka tidak mendustakan kenikmatan-kenikmatan yang Allah telah berikan kepada mereka. Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu , dia berkata:

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  عَلَى أَصْحَابِهِ فَقَرَأَ عَلَيْهِمْ سُورَةَ الرَّحْمَنِ مِنْ أَوَّلِهَا إِلَى آخِرِهَا فَسَكَتُوا فَقَالَ:

لَقَدْ قَرَأْتُهَا عَلَى الْجِنِّ لَيْلَةَ الْجِنِّ فَكَانُوا أَحْسَنَ مَرْدُودًا مِنْكُمْ كُنْتُ كُلَّمَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِهِ { فَبِأَىِّ آلاَءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ }

 قَالُوا: لاَ بِشَىْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الْحَمْدُ.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk menemui para Sahabat, kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan surat Ar-Rahman kepada mereka dari awal hingga akhir surat, kemudian mereka pun diam. Kemudian Beliau berkata, “Saya telah membaca surat ini kepada para jin di malam pertemuan dengan jin, kemudian mereka lebih baik responnya daripada kalian. Ketika saya membaca ayat, (yang artinya, “Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?” Mereka menjawab, “Tidak ada sesuatu apapun dari nikmatmu wahai Rabb kami yang kami dustakan, untuk-Mu segala pujian.

2. Surat ini diawali dengan nama Allah Ar-Rahman. Tidak ada surat di dalam al-Qur’an yang diawali dengan nama Allah Azza wa Jalla kecuali surat ini.


3. Dalam surat Ar-Rahman terdapat ayat yang  diulang sampai 31 kali, yaitu ayat:


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

 (Maka nikmat-nikmat Rabb kalian yang manakah yang kalian berdua dustakan?)

Bentuk pengulangan ini adalah sebagai taukid, pengingat, serta pemahaman bahwa nikmat yang Allah Azza wa Jalla berikan sungguh banyak dan tak terhitung. Oleh sebab itu sudah sewajarnya seorang mukmin ketika membaca ayat ini tersadar dan mengingat bahwasanya betapa banyak karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Entah hal itu disadari ataupun tidak.

4. Pada surat ini disebutkan berbagai macam kenikmatan yang Allah berikan kepada para hamba-Nya, Allah Azza wa Jalla juga menyebutkan sebagian sifat neraka dan beberapa sifat surga. Ini merupakan kenikmatan yang sangat besar yang Allah Azza wa Jalla berikan kepada semua makhluk di dunia dan kenikmatan yang sangat menakjubkan untuk orang-orang yang beriman kepada-Nya di hari akhir nanti.

5. Allah Azza wa Jalla menggunakan metode penyampaian targhib dan tarhib. Allah Azza Wa Jalla menjelaskan keadaan orang-orang yang sengsara di akhirat yaitu mereka para penghuni neraka. Dan sebaliknya Allah Azza Wa Jalla juga menjelaskan bagaimana keadaan orang-orang yang bertakwa sebagai orang yang beruntung dan penghuni surga.

6. Dalam satu riwayat  Ar- Rahman disebut sebagai pengantinnya Al-Qur’an:

رُوِي عن النبيّ – صلّى الله عليه وسلّم – 🙂 لكلِّ شيءٍ عروسٌ، وعروسُ القرآنِ الرحمنِ(

Diriwayatkan bahwasanya Nabi bersabda, “Segala sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al-Qur’an adalah Surah Ar-Rahman”

Keutamaan Membaca Surat Ar- Rahman

Pada dasarnya barang siapa membaca Al- Qura’an maka ia akan memperoleh kebaikan-kabaikan, diantaranya:

  • Satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.



عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ

فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”

  • Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29)

 لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Al-Imam As- Syaukani rahimahullah mengatakan dalam tafsirnya Fathul Qadir:

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”

  • Membaca Al Quran akan mendatangkan syafa’at

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « اقْرَءُوا الْقُرْآنَ

فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

  • Membaca Al- Qura’an adalah ibadah yang dicintai oleh Allah Azza wa Jalla

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ رضى الله عنه أَنَّهُ قَالَ: ” تَقَرَّبْ مَا اسْتَطَعْتَ، وَاعْلَمْ أَنَّكَ لَنْ تَتَقَرَّبَ إِلَى اللهِ بِشَيْءٍ

أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ كَلَامِهِ “

“Khabbab bin Al Arat radhiyallahu ‘anhu berkata: “Beribadah kepada Allah semampumu dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan pernah beribadah kepada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintai-Nya dibandingkan (membaca) firman-Nya.”

عَنْ عَبْدِ اللهِ بن مسعود رضى الله عنه ، أنه قَالَ: ” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ،

 فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ “

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan rasul-Nya.”

Kedua riwayat diatas merupakan Atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi.

Sedangkan untuk keutamaan membaca Ar-Rahman secara khusus, penulis belum menjumpai riwayat yang bisa dijadikan sandaran ataupun dalil terhadap amalan tersebut. Mengkhususkan dalam membaca surat tertentu dalam Al-Qur’an tidaklah menjadi persoalan selama ada dalil yang menyertainya. Namun pada dasarnya semua ayat dan surat dalam Al-Qur’an adalah kebiakan dan punya keutamaan. Sebab, membaca satu hurufnya saja dinilai satu kebaikan dan satu kebaikan tadi dilipatkan menjadi sepuluh, seperti yang disebutkan di atas.

Wallahu ta’alaa a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *