0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Apa Perbedaan Infak dan Sedekah?

  • Home / Blog / Apa Perbedaan Infak…
Apa Perbedaan Infak dan Sedekah?

Apa Perbedaan Infak dan Sedekah?

Oleh: Azif Muthon, Lc

            Satu di antara sekian banyak amalan-amalan dan jenis-jenis ibadah dalam Agama Islam adalah ibadah maaliyah, yaitu jenis ibadah yang menggunakan harta benda ataupun materi sebagai wasilah dan sarana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Contoh dari ibadah maaliyah itu sendiri misalnya  zakat, infaq dan sedekah.

Ibadah maaliyah seperti infaq dan sedekah adalah bentuk ibadah unggulan, yang pahalanya mengalir bahkan ketika hamba yang melakukan infaq dan sedekah tersebut telah meninggal dunia. Selama manfaat yang ia berikan masih ada dan berdampak di dunia. Seperti menginfaqkan dan menyedekahkan  harta untuk membangun masjid, sekolah, menggali sumur ataupun juga mengajarkan ilmu yang kita punya untuk kebaikan.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

Ketika seseorang meninggal, semua perbuatan mereka berakhir kecuali tiga: amal yang berkelanjutan (jariyah), pengetahuan yang bermanfaat  dan seorang anak yang berdoa untuk mereka,” (Hadits, Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

« إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ».

Artinya: “Sesungguhnya yang mendapati seorang mukmin dari amal dan kebaikannya setelah kematiannya adalah; sebuah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, seorang anak shalih yang dia tinggalkan, sebuah mushhaf Al Quran yang dia wariskan atau sebuah masjid yang dia bangun, sebuah rumah untuk para musafir yang kehabisan bekal yang dia bangun, sebuah sungai yang dia alirkan atau sebuah sedekah yang dia keluarkan dari hartanya ketika disaat sehat dan hidupnya, seluruhnya ini adalah amalan yang akan mendapatinya setelah kematiannya”. HR. Ibnu Majah 

Apa Perbedaan Antara Zakat, Infaq dan Shodaqoh?

  • Zakat secara bahasa adalah  suci, bersih, tumbuh,berkembang, atau bertambah (kebaikan). Sedang menurut syariat mengambil satu bagian harta tertentu yang bagian harta tadi diberikan kepada golongan tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Dalil dari ibadah zakat ini salah satunya adalah firman Allah SWT :

  خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Yang dimaksud dengan kata As-Shodaqaat dalam ayat tersebut adalah zakat. Golongan- golongan yang berhak menerima zakat sesuai dengan ayat di atas jumlahnya ada delapan:

  1. Fakir    : mereka yang tidak memiliki harta maupun pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Miskin : mereka yang memiliki pekerjaan namun penghasilannya belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
  3. Amil     : panitia zakat.
  4. Muallaf: mereka yang baru masuk islam.
  5. Hamba sahaya atau budak mjuslim.
  6. Orang yang terjerat dalam hutang
  7. Fi sabilillah : segal usaha dan perjuangan untuk membela dan mempertahankan agama Allah SWT
  8. Ibnu sabil : musafir, melakukan perjalanan dalam rangka kebaikan tidak bermaksiat kepada Allah SWT.
  • Adapun infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti telah lewat, berlalu, habis. Menurut istilah infaq berarti mengeluarkan harta dalam ketaatan dan hal-hal yang diperbolehkan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berbeda dengan zakat yang memerlukan nishab, infaq dan sedekah terbebas dari hal tersebut, infaq dan sedekah  bisa dilakukan oleh siapapun walaupun harta seorang muslim belum mencapai nishab. Jika dalam ibadah zakat mustahiq (penerima) zakat terbatas pada delapan golongan yang telah ditentukan, infaq dan sedekah jangkauan penerimanya lebih luas dan umum, karena tidak terbatas pada delapan golongan tersebut. Infaq bisa di peruntukkan untuk keluarga, anak yatim, jumlah nominalnya pun tak ditentukan kadar minimalnya serta waktu penyerahan infaq d an sedekah tak hanya terbatas  di bulan Ramadlan seperti zakat.

Macam-Macam Infaq :

Infaq bisa dikategorikan sebagai berikut:

  1. Infaq mubah : menginfaqkan harta pada hal-hal yang bersifat mubah atau diperbolehkan seperti berdagang ataupun usaha.
  2. Infaq wajib   : mengeluarkan harta karena hal-hal yang bersifat wajib seperti bernadzar ataupun menafkahi istri dan keluarga.
  3. Infaq sunnah : menginfaqkan harta dengan niatan sedekah dan membantu fakir miskin.
  4. Infaq haram : mengeluarkan harta kepada hal yang sifatnya haram dan dilarang. Seperti infaqnya orang kafir untuk menghalangi syiar islam.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ لِيَصُدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.”

Begitupun juga mengeluarkan infaq yang bukan ikhlas karena Allah SWT

وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا

 فَسَاءَ قَرِينًا

“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.”

Manajemen Infaq

Syariat islam memberikan panduan kita dalam berinfaq agar:

  • Menginfaqkan harta yang kita miliki (Q.S  Al-Taghabun : 16)
    • Menginfaqkan menurut kemampuannya (Q.S At-Thalaq :7)
    • Harta yang dibelanjakan hendaknya harta yang baik ( Q.S Al- Baqarah :267)
  • Tidak berlebihan (israf) juga tidak pula kikir (Q.S Al- Furqon :67 )
    • Tidak boros dan tidak  menghambur-hamburkan ( Q.S Al-isra’ : 26)
  • Sedangkan  sedekah menurut bahasa berasal dari kata shidqoh yang berarti benar. Sebab dengan bersedekah bisa dikatakan orang tersebut benar keimanannya, ia membuktikan keimanan dan ketaqwaannya dengan bersedekah. Secara istilah sedekah adalah sesuatu yang diberikan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

Pada dasarnya ibadah maaliyah bisa diistilahkan dengan sedekah, jika zakat standar pelaksanaanya ditentukan dengan syarat-syarat tertentu dan juga hal-hal yang dikhususkan, sedekah dan infaq sifatnya  lebih umum,  bisa dibilang infaq hanya terbatas pada hal-hal yang sifatnya materi sedang sedakah bisa berupa apa saja. Seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan :

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap kebaikan itu bernilai shadaqah” (H.R. Bukhari)

Kebaikan bisa berupa apa saja, wajah sumringah misalnya:
لاَتَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَلَوْ اَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah kamu menyepelekan kebaikan sedikitpun walaupun kamu bertemu saudaramu dengan wajah sumringah” (H.R. Muslim)

Dan juga senyum :
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyumanmu terhadap wajah saudaramu bernilai shadaqah untukmu” (H.R. Ibnu Hibban).

Keutamaan-Keutamaan Sedekah :

  • Sedekah dapat menjauhkan kita dari murka Allah SWT, seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan:

( إن صدقة السر تطفىء غضب الرب تبارك وتعالى )

“Shadaqah secara sembunyi-sembunyi itu memadamkan amarah Tuhan, sedangkan shadaqah secara terang-terangan itu benteng dari api neraka.”

  • Sedekah melindungi kita dari api neraka.

( فاتقوا النّار، ولو بشق تمرة )

“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma”

 (Muttafaq ‘Alaih)

  • Sedekah sebagai wasilah sembuhnya penyakit atas izin Allah SWT.

seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan:

)   داووا مرضاكم بالصدقة )

“Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan bersedekah.”

  • Sedekah dapat mengobati penyakit hati dan melembutkannya.

( إذا إردت تليين قلبك فأطعم المسكين، وامسح على رأس اليتيم )

“Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut, bahagia, tenang, maka berilah makanan kepada fakir miskin dan usapkan tanganmu di kepala anak yatim.”( H.R Ahmad )

  • Sedekah sebagai bukti kebenaran iman seorang hamba.

( والصدقة برهان )  رواه مسلم .

“…….shadaqah adalah bukti…..”( H.R Muslim )

  • Sedekah sebagai pembersih harta kita.

يا معشر التجار، إنَّ هذا البيع يحضره اللغو والحلف فشوبوه بالصدقة

“Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli ini kadang diselingi dengan kata-kata yang tidak bermanfaat dan sumpah (palsu), maka perbaikilah dengan (memberikan) sedekah“ (Shahih, HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah)

Wallahu a’lam bisshowab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *