0813 - 9854 - 3100 masjidpedesaan@gmail.com

Amal Jariyah Adalah? Berikut Pengertiannya

  • Home / Blog / Amal Jariyah Adalah?…
Amal Jariyah Adalah? Berikut Pengertiannya

Amal Jariyah Adalah? Berikut Pengertiannya

Tentunya Anda sudah tidak asing bukan dengan istilah amal jariyah? Seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: (1) sedekah jariyah, (2) ilmu yang diambil manfaatnya, (3) anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Kebanyakan orang, pastinya sudah mengenal dengan amal jariyah. Bahkan, banyak masyarakat khususnya umat Islam yang berlomba-lomba untuk melakukan amal jariyah ini. Pasalnya, amal jariyah mampu memberikan kebaikan dan keberkahan orang yang melakukannya meskipun dirinya sudah meninggal.

Pengertian Secara Harfiah

Meskipun istilah amal jariyah sudah banyak dibicarakan oleh masyarakat, namun tahukah Anda apa sebenarnya arti dari amal jariyah ini? Jika dilihat secara tata bahasa atau secara harfiahnya, maka istilah ini merujuk pada dua suku kata, “amal’ dan “jariyah” yang merupakan serapan dari bahasa Arab.  Jika diartikan secara per kata, maka “amal” memiliki arti sebagai perbuatan, sementara “jariyah” artinya mengalir.

Dengan merujuk pada pengertan harfiah tersebut, maka bisa dikatakan bahwa amal jariyah merupakan perbuatan yang mengalir. Lantas, apa maksud sebenarnya? Jika dimaknai lebih dalam, maka amal jariyah adalah sebuah perbuatan yang kebaikan dan amalannya akan terus mengalir sampai kapanpun.

Dalam arti lain, amal jariyah ini merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang demi kebaikan dan kemaslahatan di jalan Allah, namun ketika dirinya sudah tidak ada dan meninggal sekalipun, amalan dari perbuatannya itu tetap akan membuahkan pahala. Tentunya, selama apa yang dibuatnya berguna dan bermanfaat bagi orang lain, maka selama itu pula orang tersebut akan mendapat pahala dari Allah.

Hakikat Amal Jariyah

Jika melihat dari segi pengertian dan makna, maka sudah sangat jelas sekali bahwasannya amal jariyah ini merupakan amal yang tidak akan terputus setiap ganjaran atau pahalanya. Bahkan, ada banyak hakikat amal jariyah jika didasarkan pada ayat-ayat Al Quran maupun hadits yang membahas masalah amal ini.

Beberapa ayat juga dalil yang membahas mengenai amal jariyah adalah seperti berikut:

Kebajikan yang Sempurna

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali- Imron ayat 92)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwasannya seseorang belum sampai pada kebaikan yang benar-benar sempurna jika orang tersebut belum menafkahkan hartanya  di jalan Allah. Terlebih harta yang dicintai olehnya. Pada dasarnya, salah satu bagian dari amal jariyah adalah menafkahkan harta dengan baik. Salah satunya dengan bersedekah. Itulah mengapa, ketika seseorang sudah melakukan hal tersebut, maka kebajikannya sudah disempurnakan.

Amal Jariyah adalah Amal yang Ikhlas

Sesuatu bisa dikatakan sebagai amal jariyah jika seseorang yang melakukan perbuatan baik itu melakukannya dengan ikhlas. Tanpa ada harapan untuk mendapatkan balasan yang lebih, apalagi tanpa mengungkit kembali pemberian. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut:

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al- Baqarah ayat 262)

Dari penggalan ayat tersebut sudah jelas bahwasannya untuk mendapatkan pahala jariyah dari setiap perbuatan yang dilakukan, maka sebaiknya orang tersebut tidak menyebut atau mengungkit pemberiannya itu. Apalagi jika hal tersebut dilakukan kemudian menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian. Pun orang yang melakukan amal jariyah adalah orang yang tidak merasa takut atau khawatir jika uangnya atau hartanya, atau rezekinya akan berkurang karena sudah diberikan kepada oranglain.

Amal Jariyah adalah Amal dengan Pahal Berlipat

Dijelaskan dalam ayat berikut: “Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai:tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah: 261)

Di mana, pada ayat tersebut memberikan penjelasan mengenai ganjaran pahala yang akan diberikan kepada orang-orang yang mau membelanjakan hartanya di jalan Allah. Ayat tersebut mengambil sebuah perumpaan seperti sebutir benih yang bisa menumbuhkan hingga tujuh tangkai, dan setiap satu tangkainya tumbuh seratus biji. Itu berarti setiap satu kebaikan atau satu amal yang diperbuat oleh seseorang, akan menghasilkan 7 pahala, yang kemudian, 7 pahala tersebut akan menghasilkan kembali 100 pahala. Jika dikalikan, maka seluruh pahala yang didapatkan hingga 700 pahala.

Amal Jariyah Banyak Jenisnya

Banyak orang yang mengira bahwasannya untuk beramal, kita harus memiliki harta yang cukup. Padahal, itu tidak benar. Pasalnya, untuk melakukan amal jariyah, bisa dengan jenis dan bentuk apapun. Seperti pada hadits berikut ini:

Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya “(HR. Ibnu Majah).

Bisa kita lihat, ada banyak sekali jenis amal jariyah yang bisa dilakukan. Jika kita punya harta, maka kita bisa sedekahkan harta tersebut. Jika kita punya tanah, kita bisa wakafkan tanah tersebut untuk membangun masjid, membangun rumah singgah para musafirm atau sekolah untuk anak-anak sekitar. Pun apalagi kita tidak punya materi namun kita punya pengetahuan, lalu kita mengajarkan ilmu tersebut dan bermanfaat bagi orang banyak, maka pahalanya untuk kita akan terus mengalir. Dan itu pun disebut juga sebagai amal jariyah.

Hal itu pun tercantum juga dalam hadits lain yakni: “Setiap ruas tulang manusia itu disedekahi (oleh pemiliknya) setiap hari. berlaku adil di antara dua orang (yang sedang berselisih) merupakan sedekah, membantu orang yang hendak menaiki tunggangannya atau memuatkan barang ke punggungnya adalah sedekah, usapan yang baik adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang membuat sakit orang dari jalan adalah juga sedekah.” (HR. Bukhari)

Amal Jariyah adalah Amal Karena Allah

Sebelumnya sudah disebutkan bahwasannya, amal jariyah adalah amal yang mengalir pahalanya meskipun orang yang melakukannya sudah mati. Namun, perlu diketahui juga bahwa setiap amal yang diperbuatnya adalah semata-mata dilakukan hanya karena dan untuk Allah. Seseorang yang melakukan amal jariyah, adalah melakukan semua amal tersebut atas nama Allah.

Bukan karena ada perasaan sombong sebab ingin menampilkan dirinya terlihat baik di mata orang lain, atau untuk mendapatkan pujian dari orang lain, namun memang benar-benar dilakukan hanya untuk mengharap keridhaan dari Allah. Pun amal jariyah pun dilakukan karena setiap yang dimilikinya adalah milik Allah. Termasuk sadar, bahwa di setiap harta yang dimilikinya terdapat bagian orang lain yang harus diberikan.

Seseorang belum bisa dikatakan sudah melakukan amal jariyah jika di dalam hatinya masih ada rasa riya, sombong, dan lain sebagainya yang malah bisa memutus pahala dan justru berbalik menjadi dosa.

Amal Jariyah Merupakan Bentuk Ungkapan Syukur

Selain beberapa hal tersebut memberikan makna dan hakikat lain dari amal jariyah, ada pun makna lainnya yang mendasari amal jariyah ini. Di mana amal jariyah merupakan bentuk ungkapan rasa syukur seseorang terhadap apapun yang sudah diberikan oleh Allah kepada dirinya. Seperti yang kita ketahui, Allah sudah banyak sekali memberikan rezeki yang tidak terhingga.

Bahkan dengan setiap tarikan napas yang dihembuskan setiap harinya pun sudah merupakan sebuah rezeki yang tidak terhingga. Melakukan amal jariyah, berarti kita mensyukuri atas kehidupan yang Allah berikan. Dengan segala perbuatan kecil yang dilakukan, yang semuanya berlandaskan atas ketakwaan terhadap Allah, merupakan amalan yang sampai kapanpun tetap memberikan pahala untuk orang yang melakukannya.

Apalagi jika orang yang diberi bantuan, apapun bentuknya, masih mengingat dan masih merasakan manfaatnya, maka pahala itu akan terus menerus mengalir. Itulah kenapa, ketika Anda ingin mengungkapkan rasa syukur, lakukanlah amalan-amalan baik kepada sesama.

Amal Jariyah Sebagai Bentuk Hablumminallah dan Hablumminannass

Pastinya Anda akan tidak asing dengan istilah hablumminallah dan hablumminannass yang merupakan hubungan dengan Allah, dan hubungan dengan sesama manusia. Siapa sangka, amal jariyah ini merupakan salah satu bentuk ketika kita akan melakukan hubungan baik kepada Allah dan hubungan baik kepada manusia lainnya.

Ketika misalnya kita melakukan amal jariyah dengan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki, secara tidak langsung kita sudah berhubungan baik dengan manusia karena sudah berbagi ilmu, sekaligus juga berhubungan baik dengan Allah karena merasa bahwa ilmu yang dimilikinya atas kehendak Allah dan tidak sepantasnya ilmu tersebut dimiliki oleh dirinya sendiri apalagi jika hanya untuk dibanggakan pada orang lain.

Keutamaan Amal Jariyah

Dengan memerhatikan beberapa penjelasan lengkap mengenai amal jariyah ini, tentu sangat besar sekali makna dan hakikatnya. Tak hanya itu, rupanya amal jariyah pun bisa membawa manfaat dan keutamaan yang sangat luar biasa. Beberapa keutamaannya seperti berikut ini:

  1. Amal jariyah yang dilakukan tentunya bisa menghasilkan pahala yang banyak bagi kita sebagai pelakunya
  2. Tak hanya pahala yang didapat, bahkan amal jariyah pun mampu menghapus dosa-dosa yang sudah pernah diperbuatan
  3. Dengan melakukan amal jariyah, maka bisa dijadikan sebagai bentuk taubat yang sebenar-benarnya
  4. Ketika seseorang sering melakukan amal jariyah, maka dirinya lebih terbuka kepada kebaikan dan tertutup pada apapun yang buruk
  5. Amal jariyah pun memberikan hikmah bahwasannya apapun yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa tanpa kuasa dan izin dari Allah.
  6. Amal jariyah merupakan tabungan yang bisa membantu kita di akhirat kelak serta meringankan kita dari segala siksa kubur maupun siksa neraka setelah hari kiamat nanti

Pada dasarnya, amal jariyah ini memanglah amal yang pahalanya tidak akan terputus. Itulah kenapa, sebagai umat muslim sangat dianjurkan sekali untuk melakukan amal jariyah ini. Tidak perlu melakukan amal jariyah dengan jenis yang besar, amalan-amalan kecil yang bisa membawa manfaat untuk orang lain pun sangat disukai Allah. Bukankah, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa memberi manfaat untuk orang lain?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *