fbpx

Air Yang Tidak Boleh Dipakai Wudhu

Secara umum, air adalah sebuah material yang memiliki sifat suci dan mensucikan. Air kerap kali digunakan untuk membersihkan tubuh dari najis, bersuci ketika akan beribadah atau berwudhu, mencuci baju, mencuci perabotan, serta memandikan hewan ternak. Akan tetapi, tidak semua air dapat digunakan untuk berwudhu atau tidak dapat mensucikan. Apa saja air yang tidak boleh dipakai wudhu atau tidak dapat mensucikan?

Apa Saja Air Yang Tidak Boleh Dipakai Wudhu?

Air Yang Tidak Boleh Dipakai Wudhu adalah

Dalam kebanyakan kitab fiqh, terdapat tiga jenis air yang tidak boleh dipakai wudhu. Pertama, air musta’mal. Air musta’mal adalah air yang sudah digunakan untuk membasuh tubuh ketika bersuci atau wudhu.

Dalam beberapa kasus, banyak orang yang ingin menghemat air sehingga mereka mewadahi air yang menetes dari tubuh agar bisa digunakan kembali. Hal ini adalah salah, karena air tersebut sudah digunakan untuk mensucikan bagian tubuh dan tercampur dengan kotoran yang menempel pada anggota tubuh yang disiram.

Kedua, air bersih yang tercampur dengan benda lain sehingga mengubah warna, aroma, dan rasa dari air tersebut. Contoh kasusnya adalah menggunakan air yang sudah tercampur dengan teh atau kopi dan lain sebagainya. Ketiga, air bersih yang tercampur dengan najis.

Sebagai contoh air yang ditaruh didalam ember, kemudian terkena cipratan air kencing, atau terdapat kotoran cicak, atau terdapat kecoa yang mengapung di air tersebut maka tidak bisa dipakai untuk mensucikan diri. Kecuali, jika air tersebut tersedia dalam jumlah yang banyak seperti air laut atau air sungai yang warna, rasa, dan aromanya tidak berubah.

Apa Saja Air Yang Boleh Dipakai Wudhu?

Air Yang Tidak Boleh Dipakai Wudhu

Air yang boleh dipakai wudhu adalah air yang suci dan mensucikan. Secara umum, air ini adalah air yang bisa kita temukan pada air yang mengalir seperti air sumur, sungai, laut, salju atau air hujan. Air ini adalah air yang masih sangat alami dan murni karena tidak bercampur dengan zat-zat lain.

Salah saru pertimbangan untuk menentukan air tersebut suci atau tidak adalah penggunaan kaporit pada air kran atau air sumur. Kaporit memiliki aroma dan rasa yang menyengat. Akan tetapi, penggunaan kaporit memiliki dosis tertentu dan bertujuan untuk memurnikan air dari bakteri dan penyakit dan  kaporit memiliki manfaat untuk mensucikan air sehingga air yang menggunakan kaporit diperbolehkan untuk dipakai berwudhu.

Selain itu, air yang sudah menggenang cukup lama sehingga muncul debu, lumut dan lainnya masih dianggap murni karena faktor-faktor tersebut adalah faktor alamiah yang tidak menghilangkan kemurnian air tersebut sehingga masih bisa dipakai untuk bersuci. Wallaua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *